SJ Arifin

Kesadaran adalah Matahari, Kesabaran adalah Bumi

Pak Densusss

ChildSuicideBomber

Atas nama agama, ideologi, politik, sistem sosial, Apakah sebuah pembunuhan bisa dibenarkan?

Ini kerap terpikir di kepala saya terutama sejak peristiwa maut di Hotel Marriott 17 Juli lalu, dan ketika sebuah rumah di Temanggung dan di Jatiasih digropyok Densus88, juga kemaren saat Noordin dan kawan-kawannya dihabisi di Mojosongo.

Merinding membayangkan apa yang bekerja di otak para otak teroris itu ketika menggiring anak-anak melarat semacam Dani Dwi Permana, Nana Ichwan Maulana, Salik Firdaus, dll menuju pembantaiannya sembari mencekoki mereka dengan ide moleknya tubuh 70 bidadari yang tak sabar menunggu dikawini di surga. Seorang calon pengantin telah diantar ke pelaminan dengan mahar untaian bom yang melilit tubuhnya.. Read the rest of this entry »

Persepsi

perception

Ada yang enggan berubah ketika dunia dan cara hidup manusia senyatanya telah berubah pesat. Keengganan itu melekat di kedalaman kepala manusia, menyelinap di tengah rimbun belantara syaraf-syaraf pembentuk kesadaran, lalu membentuk respon yang tipikal: enggan berubah.

Kita bisa menyisir satu contoh sederhana: HP Nokia, ponsel yang demikian populer hingga pemiliknya tak perlu cemas ketika chargernya ketinggalan karena di hampir semua tempat pasti tersedia. Semua orang menyukai dan memiliki Nokia; tidak berlebihan jika dikatakan Nokia memiliki peran merubah cara hidup kita. Read the rest of this entry »